lenji grad crtani filmovi

23 May

tumblr_nmbjcpM8YF1thuz6mo1_500

“Bukankah kartu anggota perpustakaanmu hilang? Darimana kau mendapatkan buku itu?” tanya Yeri yang duduk berseberangan dengan Jane.

Jane tersenyum-senyum sendiri dengan buku yang ada dipelukannya. “Junior sunbae meminjamkan kartu anggotanya.” Tubuh Jane bergerak ke kanan dan ke kiri berima teratur ketika mengingat pertemuannya dengan kakak kelas yang selama ini ia idolakan.

Yeri meletakkan minumannya. Ia mengeluarkan secarik kertas dan pulpen dari sakunya. “Jadi kau bertemu Junior sunbae di perpustakaan? Lalu?”

“Tidak… tidak. Aku tidak bertemu tapi takdir yang menemukan kami Yeri.” Pandangan Jane semakin menerawang. “Aku sedang beradu mulut dengan petugas perpustakaan dan tiba-tiba saja malaikat tak bersayap itu datang dan menawarkan kartu anggotanya kepadaku.”

“Hmmm… lalu? Lalu?” Yeri menuliskan apa yang diucapkan Jane pada secarik kertas itu.

“Lalu aku mengiyakan.” Kepala Jane mengangguk-angguk masih dengan membayangkan pertemuannya dengan Junior tadi. “Lalu dia tersenyum dan menanyakan namaku. Senyumnya sangat indah Yeri.”

“Kau memberitahunya?” Yeri masih sibuk mencatat semuanya sambil sesekali memandang ke arah Jane yang tengah mendongakkan kepala, bibirnya menyunggingkan senyum selebar samudera dan tangannya mengatup seperti sedang berdoa dengan buku yang masih berada dipelukannya.

Jane menundukkan pandangannya. “Tentu Yeri. Itu sudah pasti. Dan kau tahu apa yang ia katakan setelahnya?” Jane memberikan jeda pada kalimatnya. Yeri hanya balas menatap kemudian menggeleng. “Dia bilang ia akan ke kelas untuk mengambil buku itu lusa nanti. Bayangkan kemungkinan yang bisa aku dapatkan Yeri!! Aku bisa berkenalan lebih jauh dengannya kemudian bertukar nomor telepon atau ID SNS kemudian kemudian kemudian…” Jane menutup wajahnya dengan telapak tangannya, ”bahkan aku tidak mampu untuk meneruskan kalimatku. Junior sunbae my love.” Kalimat terakhir ia ucapkan dengan volume suara yang kecil.

“Jane berharap Junior sunbae meminta ID SNSnya dan juga…” Yeri menuangkan gumamannya dalam tulisan.

Jane terdiam sesaat kemudian memandang Yeri yang masih sibuk dengan kertas dan pulpennya. “Jangan bilang kau menuliskannya?!”

Yeri mendongak menatap Jane. “Itu tugasku.”

“Apa saja yang kau tulis?!”

“Semuanya.”

“SEMUANYA? Semuanya dari awal aku bertemu dengan Junior dan mengiyakan tawarannya juga keinginanku bahwa Junior akan meminta nomor atau ID SNSku dan berharap dengan itu kami akan semakin dekat dan akhirnya Junior akan menyatakan cintanya kepadaku lalu kami akan menjadi sepasang kekasih???” Jane terengah-engah setelahnya bagaimana tidak ia mengucapkannya dalam satu tarikan nafas.

“Aku belum menambahkan yang itu.” Yeri menulis lagi. “Jane ingin hubungannya dengan Junior semakin dekat…”

Ingin rasanya Jane menguliti Yeri hidup-hidup, memecahkan tempurung kepalanya kemudian menukar isi kepalanya dengan koral. Jane memijat keningnya yang berdenyut masih dengan memandangi Yeri dan kegiatan menulisnya.

Catatan itu harus aku amankan.

Bel tanda waktu istirahat berakhir berbunyi. Yeri mendesah kecewa lantaran ia belum selesai menulis semuanya dan pada kesempatan itu, ketika Yeri lengah, Jane merampas kertas yang digenggam oleh Yeri dan berlari meninggalkan Yeri menuju kelasnya.

“Yak!! Jane, mau kau bawa kemana catatanku? Hei!!” Yeri berlari di belakang Jane.

“Aku hanya akan merubah beberapa bagiannya dan akan aku kembalikan kepadamu pulang sekolah nanti. See you!” Jane berbelok ke lorong yang ada di sebelah kanan kemudian memasuki sebuah pintu yang adalah kelasnya.

“Ada apa denganmu? Kau seperti baru saja dikejar setan,” tanya Yuki?teman sebangku Jane?keheranan.

Jane duduk di bangkunya dan mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. “Ini lebih dari sekedar setan. Aku bisa saja sudah berada di neraka besok karena catatan sialan ini.” Jane meletakkan kertanya di atas meja.

Yuki mengambil kertas itu dan membacanya. “Daftar pria yang dekat dengan Jane hari ini.” Yuki mengeja tulisan yang berada paling atas pada kertas itu kemudian matanya bergulir ke sederet nama yang tertera di sana dan seperti dugaan detik berikutnya tawa Yuki sudah meledak. Ia sampai meringkuk di bangkunya.

Shut up, you!” Jane merebut kertas dari tangan Yuki. Ia tahu Yuki akan menertawainya sampai mati, kalau Jane jadi Yuki ia juga akan melakukan hal yang sama.

“Kurasa aku mengurungkan keinginanku mempunyai kakak seperti Kim Jongin,” ujar Yuki disela-sela tawanya.

“Jongin tidak akan separah ini jika saja ajudannya tidak mengartikan perkataan Jongin secara mentah-mentah.”

Yuki berhenti tertawa, terdapat air pada sudut matanya. “Ajudan?”

Jane mengambil secarik kertas dan pulpennya sebelum menjawab pertanyaan Yuki. “Yeri. Yeri yang menuliskan semua ini.”

Yuki terbahak lagi. Kini kedua tangannya memegangi perutnya. Ia mengaduh kesakitan tapi mulutnya tetap terbahak yang terdengar sebagai ejekan di telinga Jane. “Shut up your fucking mouth, Yuki.”

Yuki mencoba menahan tawanya. “Sorry but…” tapi gagal tawanya meledak lagi. Jane hanya bisa mendengus pasrah.

Jane melihat daftar nama-nama yang telah Yeri tulis. Bahkan dirinya tidak tahu siapa itu Kim Woo, Kang Wo, Mong Il dan Jane juga berani bertaruh Jongin tidak mengenalinya. Mata Jane bergulir langsung ke deretan paling bawah. “Aishh… anak itu benar-benar menuliskan semuanya.” Jane mencoret kalimat menjijikkan yang bahkan ia tidak sadar pernah mengatakannya. Pesona Junior terhadapnya memang berbahaya tapi ia tidak bisa berhenti untuk mengidolakan kakak kelasnya itu.

Jane pun mulai menyalin catatan itu. Jane bisa saja membuang catatan itu dan membiarkan Yeri dengan tangan hampanya tapi sayangnya otak Yeri selalu berfungsi bak Einstein di depan Jongin dan bak Patrick Star dihadapannya. Yeri pasti akan melaporkan kejadian dirinya dengan Junior. Jane menggelengkan kepalanya lalu memutuskan untuk mulai menyalin. Ia akan mengedit sedikit?atau mungkin banyak?pada bagian Junior dan membujuk Yeri untuk tidak mengatakan detailnya kepada Jongin. Ya, Yeri pasti mengerti, Yeri pasti akan mengerti jika Jane memberikan foto Jongin ketika bangun tidur.

Jane menyalin deretan nama itu ditemani Yuki yang masih saja menertawakan dirinya. Ia sampai pada sebuah nama, Mark Tuan – Seoul Foreign Language. Jane jadi teringat earphone yang ia temukan di bangku sebelahnya ketika di bus tadi pagi. Jane mengambilnya sebelum Yeri sempat mendudukinya. Ia yakin dengan ingatannya, bahwa orang bernama Mark Tuan ini pemiliknya.

Jane mengeluarkan earphone dari sakunya. Earphone putih dengan tulisan I can’t di sebelah kanan dan hear you di sebelah kiri itu ia main-mainkan di depan matanya. “Haruskah aku mengembalikannya?”

 ***

You’re not dreaming. Yes, this is the second post for this day! XD
Masih seputar Jane dan ke(terlalu)pekaan Yeri.
Comment, please?

 



Filename: lenji.grad.crtani.filmovi.Zip
Keywords: lenji, filmovi, crtani, grad
Uploaded: 11 days ago

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
Direct Link


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
Mediafire


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
Indowebster


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
GigaPeta


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
RapidShare


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
BOX.com


Download

Download lenji.grad.crtani.filmovi.zip
Hotfile


Download

 

Posted in All Download